cerita inspiratif

Posted by ANGGUN SASMITA on Desember 28, 2012 in my posting |

Liburan Idul Fitri

Oleh: Anggun Sasmita (A34110040)

Anak-anak asrama sibuk membicarakan pulang kampung, karena seminggu lagi kami akan ada libur panjang menyambut hari besar Idul Fitri, liburnya sekitar 2 minggu. Bagiku libur 2 minggu itu sangat singkat, Aku sudah janji tidak akan pulang lebaran tahun ini, karena 1 bulan yang lalu aku sudah pulang.

Namun melihat kondisi asrama yang nantinya akan sepi, aku merasa ingin pulang sama seperti teman-teman ku yang lain, tak sanggup aku membayangkan tinggal di asrama selama 2 minggu sendirian karena teman-teman semua pada pulang walaupun tidak semua pulang ke kampung halaman. Mereka ada yang berencana ke tempat saudaranya yang ada di Bogor, tapi aku juga tidak sanggup untuk bilang ke Ibu mau pulang, karena ongkos pesawat begitu mahal bisa 1 juta lebih pulang pergi karena ketika liburan seperti ini harga tiket jauh lebih mahal.

Banyak respon teman-teman yang merasa prihatin mendengar aku tidak pulang lebaran  ini, ada yang menawarkan untuk pulang ke rumahnya saja, namun aku masih bingung, aku takut terlalu merepotkan. Setiap teman yang menanyakan liburan pulang gak?  Aku selalu menjawab aku tidak pulang liburan ini, aku berusaha menghibur diri bahwa 2 minggu itu tidak lama, aku bisa, aku tak ingin merepotkan orangtua ku, aku sudah janji akan mandiri.

Tak sedikit pun aku berani mengatakan pada Ibuku bahwa aku ingin sekali pulang lebaran ini, kumpul dengan keluarga, nenek, kakek, solat idul fitri bersama keluarga, makan opor ayam, ketupat, jalan-jalan, uang THR spertinya semua itu tidak ada tahun ini.

Setiap selesai sholat aku  terkadang menangis lalu aku berdoa semoga aku diberi kekuatan untuk menjalankan liburan dan lebaran sendirian di asrama, atau aku ingin pulang Ya Allah. Aku mengadu bahwa sesungguhnya aku belum sanggup Ya Allah jika harus merayakan Idul Fitri sendiri disini.

Malam ini aku menelepon Ibuku, seperti biasa aku menanyakan kabar disana, dan aku juga mengatakan bahwa seminggu lagi akan liburan, aku pulang gak bu? aku berharap ibuku bilang” Pulang aja, bantuin ibu buat kue disini” ya seperti itulah kira-kira kalimat ibu yang kuharapkan. Tapi respon ibuku seperti ini “sayang uangnya gun kalau mau pulang kamu disana aja gak usah pulang nanti ibu kirim duit untuk beli baju lebaran, kamu beli aja kue kalau mau kue, lagian kemarin kan sudah janji gak akan pulang. Dalam hati ku menangis“ Ibu… aku gak ingin baju baru, aku juga gak ingin kue, atau apapun itu aku hanya ingin bertemu ibu dan keluarga di hari kemenangan nanti.

Tapi kalimat yang kuucapkan sangat kontras dengan hati ini, iya bu aku lebaran disini aja gak papa, lagian cuma dua minggu, kalimat yang mungkin bisa membuat tenang ibuku. Telepon pun diakhiri, aku langsung mengambil posisi tidur dan berdoa semoga besok aku bisa tegar menerima kenyataan aku tidak pulang Idul fitri tahun ini.

Hari ini aku menjalankan aktivitas seperti biasa, namun memang kelihatan berbeda dengan semangat teman-teman yang akan pulang dengan yang tidak seperti ku ini. Tapi aku berusaha tegar dan berusaha membuang jauh-jauh harapan bisa pulang ke Palembang bahkan aku sudah menyiapkan kegiatan-kegiatan yang akan aku lakukan ketika liburan nanti di asrama.

Keesokan harinya, Alhamdulillah aku sudah bisa berlapang dada, aku kuliah seperti biasa. Hari ini entah mengapa aku kepikiran untuk berkunjung ke kosan kakak omda ku, karena dia kemarin sempat menawarkan buku-buku TPB nya, Kupikir sebelum dia pulang ke Palembang mendingan sekarang aku ke kosannya, biar nanti ketika liburan aku bisa baca-baca buku.

Ketika sampai di kosan kakak omdaku, seperti biasa aku disambut dengan hangat lalu dia mempersilakan aku mencari buku-buku bekasnya yang telah ditumpuk di sebuah kardus di samping kamarnya,

Setelah selesai mengaduk-ngaduk isi kardus aku mendapatkan banyak sekali buku, Hampir satu jam aku disini setelah mencari buku yang kira-kira berguna kemudian aku berterimakasih dan memutuskan pulang karena sepertinya sebentar lagi akan turun hujan, namun ketika akan pulang kakak omdaku kemudian bertanya, lagi-lagi pertanyaan general ini muncul” Tanggal berapa pulang ke Palembang de? Aku membalas dengan senyum tak terperih lalu aku mencoba menjawab “Ehm belum tau yuk?

Sudah beli tiket de? Tanya nya lagi. Aku pun segera menjawab belum yuk, gak tau juga mau pulang atau ngak” Lo kenapa ? lagi-lagi aku bingung menjawab, seandainya aku sebulan yang lalu ngak pulang pastilah aku diperbolehkan pulang liburan ini. Tiba-tiba kakak omdaku ini berkata “Mau ngak beli tiket ayuk?sontak pertanyaan itu seperti air di padang pasir yang selama ini kunanti, “ ini yang aku butuhkan tiket,  “Ayuk sudah beli tiket pulang de, H-2 sebelum liburan,tapi ternyata ayuk ada panggilan shooting mendadak di tanggal itu,” Wajahku berubah berserih walau aku tak bisa memastikan membeli tiket itu, tapi setidaknya aku sudah punya jalan untuk merayu ibuku dengan tiket murah ini. “tapi nanti bolos dong yuk 2 hari ?” gak papa kan ada jatah bolos, lagian cuma 2 hari gak bakal jadi masalah. Alhamdulillah hari ini selain mendapat buku-buku TPB kedatangan ku juga medapat secercah cahaya untuk pulang ke Palembang. betapa aku rindu kampung halaman walau baru kutinggal satu bulan yang lalu. Di perjalanan pulang aku seperti baru melihat harta karun namun belum bisa ku pegang, karena belum mendapatkan restu dari Ibu. Harapan pulang itu muncul kembali walaupun samar-samar kepastiannya, kini aku berdoa Ya Allah semoga ibuku mau membeli tiket itu Amin.

Malam ini akan kusegerakan menelepon ibuku, Ya Allah semoga ibuku tersentuh hatinya menyuruhku pulang dengan bantuan tiket murah ini. Akan kupersiapkan kata-kata memelas ku semoga berhasil, Bismilahirahmanirrohim

Assalamu’alaikum

Walikumsalam” ibuku menjawab dengan lembut

Ibu liburan ini teman ku semua pada pulang, hanya aku dan anak papua itu yang tidak pulang,

jadi kamu mau pulang ni? Sahut ibuku cepat sekali

katanya gak mau pulang?

Iya, tapi kan kata ibu sayang dengan ongkos mahal kalau mau pulang, tapi tadi  aku baru saja dapat tawaran tiket murah bu, 200 rb bisa bayar kapan aja,

Iya nanti ibu tanya sama ayahmu dulu

“lagi-lagi keputusan ini seperti birokrasi tidak bisa satu orang yang memutuskan harus melewati syarat-syarat kepulangan dan keuangan. Ya Tuhan mudahkan lah.” Pintaku sebelum menutup telepon yang terasa menggantung.

 

Keesokannya aku ditelepon oleh mb ku, ternyata ia sudah tau berita tiket murah itu, aku tak perlu khawatir karena mb ku ini tentu sangat mendukung kalau aku pulang, dia menyampaikan kabar ya membuat ku mencampai puncak kejayaan akhirnya kata ayah aku bisa pulang, dan aku akan dikirim uang hari ini. Dan mulailah sindrom kepulangan itu muncul, mulai dari adek, mbak semuanya minta dibeliin ini itu dan aku masih ingat pisang salai jangan lupa ya gun.

Alhamdullilah akhirnya aku pulang. Terima kasih ya Allah, terima kasih. Malam ini aku senang sekali segera aku sms yuk yulia aku akan membeli tiketnya seharga 200rb kemudian aku menerima balasan, iyo de, makasih.

Hari kepulangan pun tiba, Tidak pernah aku bayangkan bahwa aku akan pulang dua hari lebih cepat dari teman-temanku yang lain, lalu aku pamitan pulang kepada karina teman sekamar ku, latifah, via, yuni, dan siska tetangga ku. Mereka mengantar keberangkatan ku sampai di depan asrama, jangan lupa bawa pempek sama  kelempang ya gun. Iya beres, kalian juga jangan lupa bawa oleh-oleh ya.

Perjalanan dari Kota Bogor ke Kota Palembang sekitar 5 jam dengan menggunakan pesawat dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II ke rumahku sekitar setengah jam. Sepanjang jalan  menuju rumahku aku melihat banyak sekali perubahan di Kota kelahiranku ini padahal baru sebulan yang lalu aku tinggalkan. Kini di badan bus transmusi ada tulisan Palembang Kota Internasional, jalan-jalan raya semakin dilebarkan, dan ada pusat belanja yang baru dibangun. Aku sudah tidak sabar lagi untuk sampai di rumah ada perubahan apa lagi yang telah menanti ku.

ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR LAA ILLAAHAILLAALLAHU WALLAAAHU AKBAR………

Dalam hati aku berkata “Ya Allah terima kasih engkau telah mengabulkan doa ku akhirnya lebaran ini aku masih bisa kumpul bersama keluarga dan merasakan kebahagiaan di hari kemenangan Umat Islam ini, Engkau lah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang tidak ada sesuatu apapun yang tidak mungkin bagi-Mu. Terimakasih untuk sekian kalinya engkau selalu mendengar doa hambamu ini padahal hamba sering sekali lalai dengan perintah-Mu.

Maka nikmat tuhan-Mu yang manakah yang kamu dustakan (QS. Ar-rahman ). Alhamdullillah semoga cerita pendek ini dapat menginspirasi teman-teman, yakinlah bahwa setiap doa kita pasti didengar oleh Allah.

Rasulullah Saw bersabda

“Allah swt itu santun dan pemurah

Dia merasa malu pada hamba-Nya,

Jika hamba- Nya mengangkat kedua tangannya,

Memohon pada-Nya,

Kemudian membiarkan tangan hamba itu kosong

(tidak dikabulkan)”

 

 


Ket :

*1Ayuk : panggilan untuk mbak dialek Palembang

Perjanjian Bersaudara

Posted by ANGGUN SASMITA on Februari 2, 2012 in my posting |

Awal mula perjanjian, Hari ini ayuk saya begitu meratapi nilai IP nya, nilai yang diharapkannya A, sekonyong-konyong dapat  B sehingga IP yang diharapkannya gak kecapaian,,

Yang lebih menderita,, IP udah gak seperti yang diharapkan, ditambah kalah taruhan SEBESARAN IP sama temennya , Yang katanya pinter banget, ni orang pernah CUMLAUDE, dan dia itu anak UGM,… Hahaha, konyol banget kan ayuk saya, mau-maunya taruhan sama orang kayak gitu.

Dipikir-pikir malangnya nasib ayuku ini ibarat kata udah jatuh tertimpa tangga pula, tapi sebenarnya saya merasa tersinggung sedikit, Ayuk saya meratapi IP nya yang katanya amat kecil itu padahal nilai IP saya lebih tragis lagi temen dari nilainya, Hohoho. Dan malah nilainya itu menurut saya sudah bagus banget.

But try to enjoy,

gak mungkin banget kan saya nangis-nangis

buat status galau

gak mau makan,

gak mau minum

JUST COZ IP

Hiiihi gak lucu banget,, maaf ya saya bukan orang melancolis.

tapi di dalam hati pengen banget ngerasain COMLAUDE, ada banyak penyesalan kenapa di semester satu gak belajar maksimum. Ehm ini lah sebab perjanjian bersaudara itu..

Perjanjian saya dan ayuk saya

Siapa yang kalah gak tanggung-tanggung, harus bayar 500 rb kepada yang berhak menerima, udah pasti yang IP nya 4,00. Sekali lagi kutuliskan IP nya harus 4,00. mampus kepalang mampus inilah perjanjian yang sudah disahkan, tidak bisa diganggu gugat apalagi dibatalkan.

Kalau udah gitu, InsyaAllah saya gak rela dong harus membayar,,

gak ada pilihan ”saya harus yang dibayar”

HARUS, BAHKAN WAJIB HUKUMNYA.

nah temen, siapa pun anda yang membaca blok saya ini.

Tolong doa kan saya ya dapat IP 4,00.

Nah apakah anda tertarik mengikuti perjanjian bersaudara ini??

hehehe

 

Industri kakao

Posted by ANGGUN SASMITA on September 26, 2011 in my posting |

Purwasari villagers can now feel relieved as the area is currently included as one of the villages around the Darmaga campus of IPB. This means that the difficulties experienced by the villagers related to animal feed, lack of market for leading products, environmental hygiene and productivity can easily get attention and solutions from IPB.

Vice Head of the Community Service Division of LPPM IPB, Dr. Prastowo said that IPB will facilitate Purwasari residents who have difficulties or problems related to agriculture. He also said that IPB is ready to help market the excellent products of Purwasari Village, as particularly IPB has a means of packaging or packaging house to increase the selling price of a product with good packaging. IPB will also help with the food quality and safety. His statements got a response from the PKK of Purwasari Village, reporting that the sweet potato snack, which is the village’s excellent product, is of poor marketing.

Responding to the farmer group who complained about the feed for rabbits and shrimp, Dr. Prastowo promises that in the near future his team will invite farmer groups of Purwasari village to meet with agricultural experts of IPB to find solutions and increase agricultural yields in Purwasari Village. He hopes that the communication of IPB with the villages around the campus can continue in order to build partnerships and eventually self-reliance. This was expressed during the Friday Tour, on 16/9. (Mtd)

sumber: ekstrak buah kakaohttp://www.ipb.ac.id/badge/open_image.php?module=img&halaman=12

1

Hello world!

Posted by ANGGUN SASMITA on September 26, 2011 in my posting |

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!

Copyright © 2011-2015 Potret kisahku All rights reserved.
This site is using the Desk Mess Mirrored theme, v2.3, from BuyNowShop.com.